Hidupku Penuh Aib

By Guido Tamara
September 22, 2020

Dimulai ketika membaca sebuah novel karya Dazai Osamu berjudul ‘GAGAL MENJADI MANUSIA’. Karya Dazai Osamu satu ini mempertanyakan apa itu hidup sebagai manusia, dan apa itu hidup bersama manusia. Sekaligus karya dipercaya menjadi surat wasiatnya. 

Catatan pria itu dimulai dengan pengakuan demikian. Ia menggunakan lawak untuk menipu dirinya sendiri, menipu orang lain, membuat kesalahan yang tidak dapat diperbaiki, lantas menjatuhkan keputusan atas dirinya sendiri bahwa ia GAGAL MENJADI MANUSIA

Kata-kata (quotes) yang  telah saya baca, 

  • Untuk menyembuh kita butuh mengakui bahwa kita terluka, untuk mengaki kita terluka maka kita perlu bercerita.
  • Bergerak ke arah yang berbeda.
  • Untuk bertumbuh kita perlu keluar dari pola lama dan membangun cara yang baru.
  • Mengapa manusia makan tiga kali sehari, dan orang – orang di depan ku bisa-bisanya menjalaninya dengan penuh khidmat?
  • Sengsara yang ia rasakan barangkali adalah masalah praktis yang diatasi dengan makan, tetapi siapa tahu.
  • Aku pernah dengar teori bahwa manusia hidup demi makan, tapi tak pernah dengar bahwa manusia hidup demi uang.
  • Aku ini hampa, angin, atau langit.
  • Aku tidak peduli, karena tidak akan ada yang membuatku senang.
  • Tengah ketidakpercayaan satu sama lain.
  • Manusia saling menipu. Anehnya, mereka tak merasa tersakiti bahwa mereka tengah saling tipu.
  • Namun semakin aku merasa takut, semakin jago aku bersandiwara dan membuat tertawa.
  • Dibalik kesempurnaan ada suatu hal yang tidak bisa ia jelaskan.
  • Siasat jahat penuh kemunafikan.
  • Mereka Wanita adalah misteri.
  • Bagiku memahami perasaan dan tingkah laku kaum perempuan itu lebih rumit, menyusahkan, dan mengerikan.
  • Berikan perempuan makanan manis ketika mereka tiba-tiba menangis.
  • Tampak luar tersenyum ceria, ada kesengsaraan di dalam hatiku.
  • Disebut keserakahan sepertinya kurang. Vanity juga kurang. Nafsu dan keserakahan secara berbarengan pun kurang.
  • Menurutku bukan modus produksi saja yang membentuk suprastruktur kehidupan manusia.
  • Kehidupan yang sebenarnya, lantas merana dalam insomnia setiap malam, kurasa kehidupan dalam penjara akan jauh lebih menyenangkan.
  • Sebisa mungkin aku tidak mau bersinggungan dengan konflik manusia.
  • Kehati-hatian yang tiada arti kepura-puraan orang-orang di seluruh dunia ini yang tak bisa kupahami, dan kegemaran mereka pada kulit luarnya saja hanya membuatku merasakan kemuraman yang tak terperi.
  • Namun, aku hampir tak pernah mempermanis kata-kataku untuk mendatangkan keuntungan bagi diriku sendiri.
  • Lagi pula aku cukup meragukan apakah manusia di dunia ini benar-benar memiliki kemampuan mencintai.

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *